<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>AYUMEDHY [ayu][mega][adhy]</title>
	<atom:link href="http://ayumedhy.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ayumedhy.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Tue, 16 Dec 2008 07:50:41 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='ayumedhy.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>AYUMEDHY [ayu][mega][adhy]</title>
		<link>http://ayumedhy.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://ayumedhy.wordpress.com/osd.xml" title="AYUMEDHY [ayu][mega][adhy]" />
	<atom:link rel='hub' href='http://ayumedhy.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>ubi jalar kaya zat gizi dan serat</title>
		<link>http://ayumedhy.wordpress.com/2008/12/16/ubi-jalar-kaya-zat-gizi-dan-serat/</link>
		<comments>http://ayumedhy.wordpress.com/2008/12/16/ubi-jalar-kaya-zat-gizi-dan-serat/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Dec 2008 07:00:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ayumedhy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ayumedhy.wordpress.com/?p=28</guid>
		<description><![CDATA[Ditulis Oleh Administrator Rabu, 06 Agustus 2008 var sburl7827 = window.location.href; var sbtitle7827 = document.title;var sbtitle7827=encodeURIComponent(&#8220;Ubi jalar kaya zat gizi dan serat&#8221;); var sburl7827=decodeURI(&#8220;http://www.susukolostrum.com/gizi/ubi-jalar-kaya-zat-gizi-dan-serat.html&#8221;); sburl7827=sburl7827.replace(/amp;/g, &#8220;&#8221;);sburl7827=encodeURIComponent(sburl7827); Ubi jalar memang sudah tidak asing lagi bagi masyarakat di Indonesia, karena sejak puluhan tahun yang lalu sudah mengonsumsi umbi-umbian itu. Citra ubi jalar sebagai salah satu pilihan sumber [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ayumedhy.wordpress.com&amp;blog=5740455&amp;post=28&amp;subd=ayumedhy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<table class="contentpaneopen" style="height:20px;" border="0" width="728">
<tbody>
<tr>
<td class="contentheading" width="100%"></td>
<td class="buttonheading" width="100%" align="right"><a title="PDF" href="http://www.susukolostrum.com/index2.php?option=com_content&amp;do_pdf=1&amp;id=1068" target="_blank"> <img src="http://www.susukolostrum.com/templates/susukolostrum_v3/images/pdf_button.png" border="0" alt="PDF" align="middle" /></a></td>
<td class="buttonheading" width="100%" align="right"><a title="Cetak" href="http://www.susukolostrum.com/index2.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=1068&amp;pop=1&amp;page=0&amp;Itemid=66" target="_blank"> <img src="http://www.susukolostrum.com/templates/susukolostrum_v3/images/printButton.png" border="0" alt="Cetak" align="middle" /></a></td>
<td class="buttonheading" width="100%" align="right"><a title="E-mail" href="http://www.susukolostrum.com/index2.php?option=com_content&amp;task=emailform&amp;id=1068&amp;itemid=66" target="_blank"> <img src="http://www.susukolostrum.com/templates/susukolostrum_v3/images/emailButton.png" border="0" alt="E-mail" align="middle" /></a></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table class="contentpaneopen" border="0">
<tbody>
<tr>
<td colspan="2" width="70%" align="left" valign="top"><span class="small"> Ditulis Oleh Administrator </span></td>
</tr>
<tr>
<td class="createdate" colspan="2" valign="top">Rabu, 06 Agustus 2008</td>
</tr>
<tr>
<td colspan="2" valign="top">var sburl7827 = window.location.href; var sbtitle7827 = document.title;var sbtitle7827=encodeURIComponent(&#8220;Ubi jalar kaya zat gizi dan serat&#8221;); var sburl7827=decodeURI(&#8220;http://www.susukolostrum.com/gizi/ubi-jalar-kaya-zat-gizi-dan-serat.html&#8221;); sburl7827=sburl7827.replace(/amp;/g, &#8220;&#8221;);sburl7827=encodeURIComponent(sburl7827);</p>
<div>Ubi jalar memang sudah tidak asing lagi bagi masyarakat di Indonesia, karena sejak puluhan tahun yang lalu sudah mengonsumsi umbi-umbian itu. Citra ubi jalar sebagai salah satu pilihan sumber karbohidrat belum begitu populer di kalangan atas, karena selama ini ubi jalar itu dikonsumsi oleh kalangan ekonomi rendah.</div>
<div>Secara tradisional ubi jalar di Indonesia pada umumnya dipakai sebagai pangan kudapan atau jajanan seperti ubi jalar rebus, bakar, goreng, kripik dan aneka kue basah.</p>
<p>Misalnya, talam ubi, bola-bola ubi, kolak ubi, bubur biji salak, wedang ronde. Hanya sebagian daerah di Indonesia ubi jalar digunakan sebagai bagian dari makanan pokok yang diolah dengan cara dikukus, digoreng atau dibakar.</p>
<p>Tetapi kondisinya berbeda dengan sekarang. Ubi jalar itu sudah merupakan makanan yang cukup mahal. Masakan Jepang, Tempura, juga selalu menyajikan ubi jalar goreng.</p>
<p>Di Jepang, misalnya, harga tepung ubi jalar dihargai empat kali lipat harga tepung terigu dan di Singapura harga tepung terigui 25% lebih mahal dari harga tepung. Penelitian mengenai ubi jalar pun semakin sering, karena mempunyai kandungan gizi yang bermanfaat bagi kesehatan. Ubi jalar bahkan dapat dijadikan sebagai bahan makanan alternatif bagi pasien penyakit tertentu di rumah sakit.</p>
<p>Proses pengolahan ubi jalar itu pun kini ditingkatkan berupa tepung, sehingga daya simpannya lebih lama dan mudah dicampur dengan bahan lainnya. Tepung ubi jalar kini mulai dikenal di pasaran.</p>
<p>Ubi jalar merupakan salah satu dari 20 jenis makan yang berfungsi sebagai sumber karbohidrat. Secara umum di Indonesia terdapat tiga jenis ubi jalar yang dibedakan berdasarkan warnanya. Ada yang berwarna putih, kuning dan ungu.</p>
<p>Sebenarnya ubi jalar sudah digunakan untuk anak setelah disapih minum ASI di Papua. Elvina Karyadi, Ketua Pusat Kajian Gizi Regional UI, mengatakan dalam seminar sehari tentang Tepung Ubi Jalar: Sehat-Lezat-Bermanfaat, bahwa sudah ada penelitian tentang ubi jalar sejak 1961 yang dilakukan oleh Oomen HA dkk di Papua.</p>
<p>Zat gizi pada ubi jalar, kata Elvina, banyak mengandung vitamin, mineral, fitokimia (antioksidan), dan serat (pektin, selulosa, hemiselulosa). Kandungan gizi ubi jalar- bukan yang berbentuk tepung-dalam 100 gr terdapat 76 kalori yang terdiri dari karbohidrat 17,6 g, protein, 1,57 g, lemak, 0,05 g, serat 3 g, kalsium 30 mg, zat besi 0,61 mg, magnesium 25 mg, seng 0,30 mg, selenium 0,6 mcg, kalium 337 mg, Vitamin C 22,7 mg, dan juga terdapat Vit A, E, B-6 dan K dan tidak mengandung kolesterol.</p>
<p>Manfaat bagi tubuh</p>
<p>Berdasarkan penelitian Marsono, dkk pada 2002, kata Elvina, ubi jalar sebagai sumber karbohidrat memiliki indeks glikemik yang rendah (54) dan rata-rata untuk lima kali penelitian berkisar 54-68. Nilai indeks glikemik (IG) kecil dari 55 termasuk kelompok yang rendah, IG 55-70 (sedang), dan lebih dari 70 (IG tinggi, sehingga ubi jalar termasuk rendah dan sedang.</p>
<p>IG itu berhubungan dengan efeknya terhadap gula darah. Pangan yang menaikkan kadar gula darah dengan cepat memiliki IG tinggi. Sedangkan pangan yang menaikkan kadar gula darah dengan lambat memiliki IG rendah.</p>
<p>Berdasarkan hasil penelitian itu, katanya, IG ubi jalar berada sedikit di bawah dari talas, singkong (sedang) dan kentang (tinggi), tapi sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan ubi kayu. Sehingga posisi IG ubi jalar berada antara IG ubi kayu dan talas.</p>
<p>Berdasarkan sumber dari Ludvik, dkk, Diabetes Care 2004, didapatkan bahwa pada penderita diabetes tipe 2 yang mengonsumsi ubi jalar selama tiga bulan, hasilnya mulai terlihat setelah bulan pertama yang terdapat penurunan gula darah dan terus turun sampai pada bulan ketiga.</p>
<p>Tidak hanya pada penderita diabetes saja, tapi juga diteliti pengaruh mengonsumsi ubi jalar terhadap kolesterol.</p>
<p>Kandungan gizi ubi jalar yang memiliki IG rendah itu, katanya, bermanfaat bagi penderita obesitas, karena mengenyangkan dalam waktu lama dan membantu membakar lebih banyak lemak tubuh dan lebih sedikit massa otot.</p>
<p>Biasanya orang diabetes tipe 2 juga bermasalah dengan berat badan. Selain itu, ubi jalar juga dapat menstabilkan gula darah. Selain itu, kandungan vitamin, mineral dan fitokimia juga berfungsi sebagai antioksidan.</p>
<p>Kandungan serat yang berfungsi sebagai komponen non-gizi itu juga bermanfaat bagi keseimbangan flora usus dan prebiotik.</p>
<p>Seiring dengan kemajuan teknologi, Bogasari sebagai pabrik pengolahan tepung, kata Jeremia Siswopurnomo, Senior Vice President PT Bogasari Flour Mills, pihaknya ikut mendukung upaya meningkatkan gizi masyarakat dengan memotori membuat tepung ubi jalar.</p>
<p>Dengan berbentuk tepung itu, katanya, maka dapat memperpanjang daya simpan, mudah dicampur dengan bahan lain serta mudah diperkaya dengan mineral dan vitamin.</p>
<p>Menurut Hardiansyah, Kepala Klinik Konsultasi Gizi IPB dan dosen Departemen Gizi Masyarakat IPB, memang ada salah satu pesan gizi dalam mengendalikan obesitas dan diabetes untuk membatasi konsumsi pangan berbasis tepung, karena tepung mudah dicerna dan cepat meningkatkan glokosa darah, serta tidak mengandung serat yang meningkakan risiko mengalami sulit buang air besar.</p>
<p>Tapi, katanya, tepung ubi jalar tidak termasuk kategori tepung tersebut. Berbeda halnya dengan tepung terigu, tepung beras, tepung sagu dan tepung kanji. Tepung ubi jalar mengandung serat makanan relatif tinggi yang disertai dengan ideks glikemik yang rendah. Artinya, tepung ubi jalar atau makanan berbasis tepung ubi jalar lebih lamban dicerna dan lamban meningkatkan kadar gula darah.</p>
<p>Selain itu, serat makanan yang terdapat dalam tepung ubi jalar juga bersifat prebiotik, merangsang pertumbuhan bakteri yang baik bagi usus sehingga penyerapan zat gizi menjadi lebih baik dan usus lebih bersih.</p></div>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ayumedhy.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ayumedhy.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ayumedhy.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ayumedhy.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ayumedhy.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ayumedhy.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ayumedhy.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ayumedhy.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ayumedhy.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ayumedhy.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ayumedhy.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ayumedhy.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ayumedhy.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ayumedhy.wordpress.com/28/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ayumedhy.wordpress.com&amp;blog=5740455&amp;post=28&amp;subd=ayumedhy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ayumedhy.wordpress.com/2008/12/16/ubi-jalar-kaya-zat-gizi-dan-serat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/28164a4daa83143c217b7b5041fb4b1a?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">ayumedhy</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.susukolostrum.com/templates/susukolostrum_v3/images/pdf_button.png" medium="image">
			<media:title type="html">PDF</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.susukolostrum.com/templates/susukolostrum_v3/images/printButton.png" medium="image">
			<media:title type="html">Cetak</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.susukolostrum.com/templates/susukolostrum_v3/images/emailButton.png" medium="image">
			<media:title type="html">E-mail</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>hipertensi : faktor reziko dan penatalaksanaannya</title>
		<link>http://ayumedhy.wordpress.com/2008/12/16/hipertensi-faktor-reziko-dan-penatalaksanaannya/</link>
		<comments>http://ayumedhy.wordpress.com/2008/12/16/hipertensi-faktor-reziko-dan-penatalaksanaannya/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Dec 2008 06:48:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ayumedhy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ayumedhy.wordpress.com/?p=24</guid>
		<description><![CDATA[Penyakit darah tinggi yang lebih dikenal sebagai hipertensi merupakan salah satu faktor risiko terjadinya Penyakit Jantung Koroner (PJK) dan stroke sehingga memerlukan  penanganan yang cepat dan tepat. Dari berbagai penelitian epidemiologis yang dilakukan di Indonesia menunjukkan 1,8 – 28,6% penduduk yang berusia di atas 20 tahun adalah penderita hipertensi. DEFINISI HIPERTENSI Suatu keadaan dimana seseorang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ayumedhy.wordpress.com&amp;blog=5740455&amp;post=24&amp;subd=ayumedhy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify">Penyakit darah tinggi yang lebih dikenal sebagai hipertensi merupakan salah satu faktor risiko terjadinya Penyakit Jantung Koroner (PJK) dan stroke sehingga memerlukan  penanganan yang cepat dan tepat.</p>
<p align="justify">Dari berbagai penelitian epidemiologis yang dilakukan di Indonesia menunjukkan 1,8 – 28,6% penduduk yang berusia di atas 20 tahun adalah penderita hipertensi.</p>
<p><strong>DEFINISI HIPERTENSI</strong></p>
<p>Suatu keadaan dimana seseorang mengalami peningkatan tekanan darah diatas normal yang mengakibatkan peningkatan angka kesakitan (morbiditas) dan angka kematian (mortalitas).</p>
<p>Penulisan tekanan darah (contoh : 130/85 mmHg) didasarkan pada dua fase dalam setiap denyut jantung.</p>
<div>
<ol>
<li>Sistolik (nilai yang lebih tinggi : 130) menunjukkan fase darah yang sedang dipompa oleh jantung.</li>
<li>Diastolik (nilai yang lebih rendah : 85) menunjukkan fase darah yang kembali ke jantung.</li>
</ol>
</div>
<p>Menurut WHO batas tekanan darah yang masih dianggap normal adalah kurang dari 130/85 mmHg.</p>
<p>Berdasarkan penyebabnya hipertensi dibedakan menjadi dua bagian:</p>
<div>
<ol>
<li><strong>Hipertensi essensial/primer</strong>. Jenis hipertensi yang penyebabnya masih belum dapat diketahui. Sekitar 90% penderita hipertensi menderita jenis hipertensi ini.Oleh karena itu, penelitian dan pengobatan lebih banyak ditujukan bagi penderita hipertensi essensial ini.</li>
<li><strong>Hipertensi sekunder</strong>. Jenis hipertensi yang penyebabnya dapat diketahui, antara lain kelainan pada pembuluh darah ginjal, gangguan kelenjar tiroid, atau penyakit kelenjar adrenal.</li>
</ol>
</div>
<p><strong>FAKTOR RISIKO DAN GEJALA KLINIS HIPERTENSI<br />
</strong></p>
<p align="justify">Faktor risiko terjadinya hipertensi, adalah antara lain:</p>
<p align="justify"><strong><span style="text-decoration:underline;">Obesitas (kegemukan).</span></strong> Merupakan ciri khas penderita hipertensi. Walaupun belum diketahui secara pasti hubungan antara hipertensi dan obesitas, namun terbukti bahwa daya pompa jantung dan sirkulasi volume darah penderita obesitas dengan hipertensi lebih tinggi daripada penderita hipertensi dengan berat badan normal.</p>
<div><span style="text-decoration:underline;"><strong>Stress. </strong></span>Diduga melalui aktivasi saraf simpatis (saraf yang bekerja pada saat kita beraktifitas).Peningkatan  aktivitas saraf simpatis mengakibatkan meningkatnya tekanan darah secara intermitten (tidak menentu).</div>
<p><strong><span style="text-decoration:underline;">Faktor keturunan (genetik)</span>. </strong>Apabila riwayat hipertensi didapati pada kedua orang tua, maka dugaan hipertensi essensial akan sangat besar. Demikian pula dengan kembar monozigot   (satu sel telur) apabila salah satunya adalah penderita hipertensi.</p>
<div><strong><span style="text-decoration:underline;">Jenis Kelamin (gender)</span>. </strong>Pria lebih banyak mengalami kemungkinan menderita hipertensi daripada wanita. Hipertensi berdasarkan gender ini dapat pula dipngaruhi oleh faktor psikologis. Pada wanita seringkali dipicu oleh perilaku tidak sehat (merokok, kelebihan berat badan), depresi, dan rendahnya status pekerjaan. Sedangkan pada pria lebih berhubungan dengan pekerjaan, seperti perasaan kurang nyaman terhadap pekerjaan dan pengangguran.</div>
<div><span style="text-decoration:underline;"><strong>Usia</strong></span><strong>. </strong>Dengan semakin bertambahnya usia, kemungkinan seseorang menderita hipertensi juga semakin besar</p>
<p><strong><span style="text-decoration:underline;">Asupan garam</span>. </strong>Melalui peningkatan volume plasma (cairan tubuh) dan tekanan darah yang akan diikuti oleh peningkatan ekskresi kelebihan garam sehingga kembali pada keadaan hemodinamik (sistem perdarahan) yang normal. Pada hipertensi essensial mekanisme inilah yang terganggu.</div>
<p><span style="text-decoration:underline;"><strong>Gaya hidup yang kurang sehat</strong></span>. Walaupun tidak terlalu jelas hubungannya dengan hipertensi namun kebiasaan merokok, minum minuman beralkohol dan kurang olah raga dapat pula mempengaruhi peningkatan tekanan darah.<br />
Adapun gejala klinis yang dialami oleh para penderita hipertensi biasanya berupa:</p>
<div>
<ul>
<li>Pusing</li>
<li>Mudah marah</li>
<li>Telinga berdengung</li>
<li>Sukar tidur</li>
<li>Sesak nafas</li>
<li>Rasa berat di tengkuk</li>
<li>Mudah lelah</li>
<li>Mata berkunang-kunang</li>
<li>Mimisan (jarang dilaporkan)</li>
</ul>
</div>
<p><strong>PENATALAKSANAAN FAKTOR RISIKO<br />
</strong></p>
<p>Penanganan/Pengobatan Hipertensi</p>
<ul>
<li>
<div>Pengobatan Non-farmakologis. Terkadang dapat mengontrol tekanan darah sehingga pengobatan farmakologis tidak diperlukan, atau minimal ditunda</div>
</li>
<li>
<div>Pengobatan Farmakologis. Pengobatan dengan menggunakan obat-obatan kimiawi.</div>
</li>
</ul>
<div>Penatalaksanaan faktor risiko dilakukan dengan cara pengobatan secara non-farmakologis, antara lain:</p>
<ol>
<li>Mengatasi Obesitas. Dengan melakukan diet rendah kolesterol, namun kaya dengan serat dan protein. Dianjurkan pula minum suplemen potassium dan kalsium. Minyak ikan yang kaya dengan asam lemak omega-3 juga dianjurkan. Diskusikan dengan dokter ahli/ahli gizi sebelum melakukan diet.</li>
<li>Mengurangi Asupan garam ke dalam tubuh Harus memperhatikan kebiasaan makan penderita hipertensi. Pengurangan asupan garam secara drastis akan sulit dilaksanakan, jadi sebaiknya dilakukan secara bertahap dan tidak dipakai sebagai pengobatan tunggal.</li>
<li>Menghindari stress. Ciptakan suasana yang menenangkan bagi pasien penderita hipertensi. Perkenalkan berbagai metode relaksasi seperti yoga atau meditasi, yang dapat mengontrol sistem saraf yang akhirnya dapat menurunkan tekanan darah.</li>
<li>Memperbaiki gaya hidup yang kurang sehat</li>
</ol>
</div>
<div>Anjurkan kepada pasien penderita Hipertensi untuk melakukan olah raga seperti senam aerobik atau jalan cepat selama 30-45 menit sebanyak 3-4 kali seminggu. Selain itu menghentikan kebiasaan merokok dan mengurangi minum minuman beralkohol sebaiknya juga dilakukan.</div>
<p>Dipresentasikan pada:</p>
<div><strong>Penyuluhan Dokter-dokter Puskesmas se-DKI Jakarta, Auditorium Pusat Jantung Nasional Harapan Kita, 14 April 2004</strong></div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ayumedhy.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ayumedhy.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ayumedhy.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ayumedhy.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ayumedhy.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ayumedhy.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ayumedhy.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ayumedhy.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ayumedhy.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ayumedhy.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ayumedhy.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ayumedhy.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ayumedhy.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ayumedhy.wordpress.com/24/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ayumedhy.wordpress.com&amp;blog=5740455&amp;post=24&amp;subd=ayumedhy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ayumedhy.wordpress.com/2008/12/16/hipertensi-faktor-reziko-dan-penatalaksanaannya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/28164a4daa83143c217b7b5041fb4b1a?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">ayumedhy</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>kandungan gizi telur</title>
		<link>http://ayumedhy.wordpress.com/2008/12/16/kandungan-gizi-telur/</link>
		<comments>http://ayumedhy.wordpress.com/2008/12/16/kandungan-gizi-telur/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Dec 2008 06:40:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ayumedhy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ayumedhy.wordpress.com/?p=22</guid>
		<description><![CDATA[Telur merupakan bahan makanan yang sangat akrab dengan kehidupan kita sehari-hari. Telur sebagai sumber protein mempunyai banyak keunggulan antara lain, kandungan asam amino paling lengkap dibandingkan bahan makanan lain seperti ikan, daging, ayam, tahu, tempe, dll. Telur mempunyai citarasa yang enak sehingga digemari oleh banyak orang. Telur juga berfungsi dalam aneka ragam pengolahan bahan makanan. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ayumedhy.wordpress.com&amp;blog=5740455&amp;post=22&amp;subd=ayumedhy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span lang="SV"><strong>Telur </strong>merupakan bahan makanan yang sangat akrab dengan kehidupan kita sehari-hari. Telur sebagai sumber protein mempunyai banyak keunggulan antara lain, kandungan asam amino paling lengkap dibandingkan bahan makanan lain seperti ikan, daging, ayam, tahu, tempe, dll. Telur mempunyai citarasa yang enak sehingga digemari oleh banyak orang. Telur juga berfungsi dalam aneka ragam pengolahan bahan makanan. Selain itu, telur termasuk bahan makanan sumber protein yang relatif murah dan mudah ditemukan. Hampir semua orang membutuhkan telur. </span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span lang="SV"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span lang="SV">Nilai gizi telur </span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Sebenarnya apa saja kandungan dalam sebutir telur? Berikut adalah tabel nilai gizi telur dalam 100 gram bahan makanan. (100 garam itu, kira-kira 2 butir telur ayam kampung). </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"> </span></p>
<p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0     false false false  EN-US X-NONE X-NONE              MicrosoftInternetExplorer4              &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;                                                                                                                                            &lt;![endif]--></p>
<table class="MsoTableGrid" style="border:medium none;border-collapse:collapse;" border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td style="border:1pt solid windowtext;width:105.45pt;padding:0 5.4pt;" width="141" valign="top">
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Zat gizi</span></p>
</td>
<td style="width:105.45pt;padding:0 5.4pt;" width="141" valign="top">
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Telur ayam</span></p>
</td>
<td style="width:105.45pt;padding:0 5.4pt;" width="141" valign="top">
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Telur bebek</span></p>
</td>
<td style="width:105.5pt;padding:0 5.4pt;" width="141" valign="top">
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Telur penyu</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:105.45pt;padding:0 5.4pt;" width="141" valign="top">
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Kalori (kcal)</span></p>
</td>
<td style="width:105.45pt;padding:0 5.4pt;" width="141" valign="top">
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">162 </span></p>
</td>
<td style="width:105.45pt;padding:0 5.4pt;" width="141" valign="top">
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">189</span></p>
</td>
<td style="width:105.5pt;padding:0 5.4pt;" width="141" valign="top">
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">144</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:105.45pt;padding:0 5.4pt;" width="141" valign="top">
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Protein (gr)</span></p>
</td>
<td style="width:105.45pt;padding:0 5.4pt;" width="141" valign="top">
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">12,8</span></p>
</td>
<td style="width:105.45pt;padding:0 5.4pt;" width="141" valign="top">
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">13,1</span></p>
</td>
<td style="width:105.5pt;padding:0 5.4pt;" width="141" valign="top">
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">12</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:105.45pt;padding:0 5.4pt;" width="141" valign="top">
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Lemak (gr)</span></p>
</td>
<td style="width:105.45pt;padding:0 5.4pt;" width="141" valign="top">
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">11,5</span></p>
</td>
<td style="width:105.45pt;padding:0 5.4pt;" width="141" valign="top">
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">14,3</span></p>
</td>
<td style="width:105.5pt;padding:0 5.4pt;" width="141" valign="top">
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">10</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:105.45pt;padding:0 5.4pt;" width="141" valign="top">
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Karbohidrat   (gr)</span></p>
</td>
<td style="width:105.45pt;padding:0 5.4pt;" width="141" valign="top">
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">0,7</span></p>
</td>
<td style="width:105.45pt;padding:0 5.4pt;" width="141" valign="top">
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">0,8</span></p>
</td>
<td style="width:105.5pt;padding:0 5.4pt;" width="141" valign="top">
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">0</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:105.45pt;padding:0 5.4pt;" width="141" valign="top">
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Vitamin A (SI)</span></p>
</td>
<td style="width:105.45pt;padding:0 5.4pt;" width="141" valign="top">
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">900</span></p>
</td>
<td style="width:105.45pt;padding:0 5.4pt;" width="141" valign="top">
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">1230</span></p>
</td>
<td style="width:105.5pt;padding:0 5.4pt;" width="141" valign="top">
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">600</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:105.45pt;padding:0 5.4pt;" width="141" valign="top">
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Thiamin (mg)</span></p>
</td>
<td style="width:105.45pt;padding:0 5.4pt;" width="141" valign="top">
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">0,10</span></p>
</td>
<td style="width:105.45pt;padding:0 5.4pt;" width="141" valign="top">
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">0,18</span></p>
</td>
<td style="width:105.5pt;padding:0 5.4pt;" width="141" valign="top">
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">0,11</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:105.45pt;padding:0 5.4pt;" width="141" valign="top">
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Vitamin C</span></p>
</td>
<td style="width:105.45pt;padding:0 5.4pt;" width="141" valign="top">
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">0</span></p>
</td>
<td style="width:105.45pt;padding:0 5.4pt;" width="141" valign="top">
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">0</span></p>
</td>
<td style="width:105.5pt;padding:0 5.4pt;" width="141" valign="top">
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">0</span></p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"><span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="NO-BOK">Namun, hati-hati dalam mengkonsumsi telur. Karena selain kandung lemak yang cukup tinggi, telur juga mengandung kolesterol dalam jumlah yang lumayan banyak dibandingkan bahan makanan lain. Kandungan kolesterol di dalam 100 gram telur adalah sekitar 424 mg. Wow, cukup banyak ya. Padahal kita dianjurkan untuk mengkonsumsi kolesterol kurang dari 300 mg perhari. Jadi, mengkonsumsi telur sebaiknya cukup sekitar 2 butir per minggu. </span><span lang="SV">Selang-selingi lauk hewani dengan bahan makanan lain untuk meningkatkan variasi makanan. </span><span lang="NO-BOK">Sesuai dengan pesan dari pedoman umum gizi seimbang (PUGS) yaitu makanlah bervariasi makanan, karena tidak ada satu jenis makanan yang mempunyai kandungan gizi lengkap. </span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span lang="NO-BOK"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span lang="SV">Tips memilih telur </span></strong></p>
<ol style="margin-top:0;" type="1">
<li class="MsoNormal"><span lang="SV">Pilihlah telur dengan kulit utuh,      tidak retak atau pecah, bersih dan tidak ada noda.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span lang="SV"><span> </span>Jika dilihat dari isinya, telur yang masih baru mempunyai rongga udara yag kecil, kuning terletak ditengah, putih telur kokoh. Telur yang sudah lama disimpan, akan mempunyai rongga udara yang besar sehingga bisa mengapung apabila telur dimasukkan ke dalam air. </span></li>
<li class="MsoNormal"><span lang="SV">Telur yang mutunya bagus ditandai      dengan tidak adanya suara (koclak/terkocok) waktu telur tersebut digoyang. </span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.25in;"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.25in;"><span lang="SV">(no 4 dan 5 untuk menentukan mutu telur setelah dipecah dan memerlukan perhitungan yang agak rumit). Kayaknya kalau ibu-ibu belanja, nggak bakalan sempat untuk menghitung ini duluan…..hehehehe</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.25in;"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;"><span lang="SV">4. Mutu telur juga bisa diukur dengan      Haugh Unit, yaitu pengukuran tinggi putih telur kental dan<br />
berat    telur.      Telur yang segar mempunyai Haugh Unit :100, telur yang baik : 72 dan telur      yang rusak kurang dari 50.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;"><span lang="SV">5. Indeks kuning telur dan Indeks putih telur juga dapat menetukan mutu telur. Indeks kuning telur (Ikt) merupakan perbandingan tinggi kuning telur dengan diameternya yang diukur setelah dipisahkan dari telurnya. Nilai Ikt normal adalah 0,33-0,50. Rata-rata telur mempunyai Ikt 0,42. </span>Makin lama telur disimpan, nilai Ikt      makin kecil akibat migrasi air.<span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:.5in;"><span lang="SV">Sedangkan indeks putih telur (Ipt) adalah perbandingan tinggi telur kental dengan rata-rata diameter panjang dan pendeknya. Nilai Ipt telur segar adalah 0,050-0,174. Rata-rata telur mempunyai Ipt 0,090-0,120. Makin lama telur disimpan, Ipt makin kecil akibat degradasi ovomucin yang dipercepat pada kenaikan pH. </span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ayumedhy.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ayumedhy.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ayumedhy.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ayumedhy.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ayumedhy.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ayumedhy.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ayumedhy.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ayumedhy.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ayumedhy.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ayumedhy.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ayumedhy.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ayumedhy.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ayumedhy.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ayumedhy.wordpress.com/22/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ayumedhy.wordpress.com&amp;blog=5740455&amp;post=22&amp;subd=ayumedhy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ayumedhy.wordpress.com/2008/12/16/kandungan-gizi-telur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/28164a4daa83143c217b7b5041fb4b1a?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">ayumedhy</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>camilan kaya gizi</title>
		<link>http://ayumedhy.wordpress.com/2008/12/16/camilan-kaya-gizi/</link>
		<comments>http://ayumedhy.wordpress.com/2008/12/16/camilan-kaya-gizi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Dec 2008 06:36:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ayumedhy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ayumedhy.wordpress.com/?p=18</guid>
		<description><![CDATA[Lima abad lalu penduduk di sekitar Danau Texcoco, Meksiko, memiliki kebiasaan menyantap camilan biskuit setiap hari. Namun, bukan sembarang biskuit yang dilahap. Biskuit yang disebut tecuitlatl itu dibuat dari ganggang biru kehijauan yang diperoleh dari kedalaman danau. Karena rajin memakan biskuit itu penduduk Danau Texcoco jarang sakit. Nun di Danau Chad, Afrika, penduduk Kanembu pun [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ayumedhy.wordpress.com&amp;blog=5740455&amp;post=18&amp;subd=ayumedhy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<table id="AutoNumber42" style="border-collapse:collapse;font-size:10pt;font-family:Verdana;border-width:0;" border="1" cellspacing="0" cellpadding="0" width="99%">
<tbody>
<tr>
<td style="border-style:none;border-width:medium;" width="84%">
<p align="center">
</td>
</tr>
<tr>
<td style="border-style:none;border-width:medium;" width="84%"><span style="font-size:x-small;"> </span><span style="font-size:x-small;">Lima abad lalu penduduk di sekitar Danau Texcoco,                          Meksiko, memiliki kebiasaan menyantap camilan biskuit                          setiap hari. Namun, bukan sembarang biskuit yang                          dilahap. Biskuit yang disebut tecuitlatl itu dibuat dari                          ganggang biru kehijauan yang diperoleh dari kedalaman                          danau. Karena rajin memakan biskuit itu penduduk Danau                          Texcoco jarang sakit.</span></p>
<p><span style="font-size:x-small;"> </span><span style="font-size:x-small;">Nun di Danau Chad, Afrika, penduduk Kanembu pun                          sehat-sehat. Setelah diselidiki mereka diketahui sering                          mengkonsumsi dihe. Penganan mirip kue kering itu dibuat                          dari spirulina. Penduduk mengumpulkannya dengan kelambu                          pada musim panas saat terjadi booming spirulina di                          danau. Suku Aztec malah sudah sejak lama memanfaatkan                          spirulina untuk memperbaiki gizi mereka, ujar Prof Dr Ir                          Ali Khomsan, MS, guru besar Gizi Masyarakat dan                          Sumberdaya Keluarga, Institut Pertanian Bogor.</span></p>
<p><span style="font-size:x-small;"> </span><span style="font-size:x-small;">Menurut Ali, spirulina bisa memperbaiki gizi karena                          ia mengandung 70% protein. Asam-asam amino yang                          terkandung di dalamnya berperan memperbaiki sel-sel                          rusak dan meningkatkan sistem imun tubuh. Karena itu                          sejak lama spirulina sudah dimanfaatkan manusia,                          ujarnya.</span></p>
<p><span style="font-size:x-small;"> </span><span style="font-size:x-small;"><strong>Asam amino esensial</strong> </span></p>
<p><span style="font-size:x-small;"> </span><span style="font-size:x-small;">Protein dalam spirulina tersusun dari asam amino                          esensial yang tidak dimiliki tubuh seperti valin dan                          isoleosin. Padahal, asam amino itu berperan mengganti                          protein yang rusak. Konsumsi spirulina 36 g per hari                          sudah bisa mencukupi kebutuhan asam amino bagi tubuh                          orang dewasa, ujar Prof Dr dr Alfred A Djajakusumah,                          ahli biokimia kedokteran Universitas Padjadjaran,                          Bandung.</span></p>
<p><span style="font-size:x-small;"> </span><span style="font-size:x-small;">Bukti serupa diungkapkan Clare M. Hasler, PhD dari                          <em>Department of Food Science and Human Nutrition,                          University of Illinois</em>, di Amerika Serikat. Clare                          menyebutkan susunan protein spirulina berguna memperkuat                          struktur dan fungsi sel-sel makhluk hidup. Itu karena                          spirulina mengandung zat proteinogenik yang berfungsi                          sebagai sistem pengatur metabolisme tubuh. Sedikitnya                          setiap 10 g spirulina yang dikonsumsi memberikan                          kontribusi protein setara 5,5-7 g bagi tubuh, ujar Ali                          Khomsan.</span></p>
<p><span style="font-size:x-small;"> </span><span style="font-size:x-small;">Berdasarkan hasil uji coba J.E Pinero Estrada dari                          Departemen Farmakologi, Universitas Madrid di Spanyol,                          spirulina diketahui kaya antioksidan karena kandungan                          beberapa pigmen pembentuk protein seperti phykosianin,                          zeasantin, dan klorofi l. Phykosianin merupakan                          antioksidan pelindung hati dan ginjal. Zeasantin                          melindungi mata terutama saat berusia lanjut. Klorofi l                          bersifat antikanker dan antiracun.</span></p>
<p><span style="font-size:x-small;"> </span><span style="font-size:x-small;"><strong>Antioksidan</strong> </span></p>
<p><span style="font-size:x-small;"> </span><span style="font-size:x-small;">Ganggang biru kehijauan itu juga memiliki vitamin dan                          mineral yang lengkap. Spirulina termasuk satu-satunya                          tumbuhan yang mengandung vitamin B kompleks terlengkap:                          B1, B2, B3, B6, dan B12. Setiap 10 g spirulina                          mengandung vitamin B1 (thiamin) 0,31 mg, B2 (riboflavin)                          0,35 mg, B3 (niacin) 1,46 mg, B6 (pyridoxine) 80 mcg,                          dan B12 (cobalamine) 32 mcg.</span></p>
<p><span style="font-size:x-small;"> </span><span style="font-size:x-small;">Peran vitamin B sangat penting. Misal vitamin B12,                          membantu pembentukan sel darah merah, sumsum tulang, dan                          memperbaiki sistem saraf. Vitamin B12 juga dapat                          mengurangi risiko serangan jantung dan stroke. Vitamin                          B12 merupakan koenzim yang penting untuk sintesis DNA                          dalam mengontrol pembentukan sel-sel baru, ujar doktor                          ilmu home economics education dari Iowa State University                          di Amerika Serikat itu.</span></p>
<p><span style="font-size:x-small;"> </span><span style="font-size:x-small;">Vitamin A dan betakaroten yang demikian tinggi di                          dalam spirulina-23.000 IU per 10 g-memiliki fungsi                          sebagai antioksidan. Kandungan betakaroten dalam                          spirulina mencapai 10 kali lipat lebih banyak daripada                          lobak dan wortel, ujar Ali Khomsan. Mereka dapat                          mencegah kanker, menjaga kesehatan sel-sel tubuh, dan                          memperbaiki fungsi mata. Peran lain sebagai tembok                          penghalang berkembangnya tumor ganas dan perubahan                          kromosom.</span></p>
<p><span style="font-size:x-small;"> </span><span style="font-size:x-small;">Menurut Ali Khomsan, vitamin A, D, B12, betakaroten,                          dan mineral yang dimiliki spirulina mempunyai peranan                          penting dalam pembentukan tulang. Vitamin D bersama                          kalsium dapat memperkuat tulang dan gigi. Hasil                          penelitian Carlos Jime&#8217;nez dari <em>Department of                          Ecology, University of Malaga</em> di Spanyol Menunjukkan                          kalsium selain mengeraskan tulang, juga berfungsi                          meningkatkan sistem kekebalan tubuh.</span></p>
<p><span style="font-size:x-small;"> </span><span style="font-size:x-small;">C. Wayne Weart dari <em>Department of Pharmacy,                          University of South Carolin</em>a di Amerika Serikat                          mengungkap mineral lain yang terkandung dalam spirulina                          seperti magnesium, zink, selenium, dan zat besi memiliki                          peran tak kalah penting. Zink misalnya membantu                          memastikan fungsi-fungsi enzim di tubuh berjalan                          sempurna. Yang lain seperti selenium mampu mencegah                          gondok. Zat besi pada spirulina 58 kali lebih banyak                          daripada bayam dan 18 kali lebih tinggi dari daging,                          ujar Ali Khomsan. Zat besi itu selain ikut membantu                          pembentukan darah juga menguatkan sistem imun. </span></p>
<p><span style="font-size:x-small;"> </span><span style="font-size:x-small;">Karena kandungan yang luar biasa itu, spirulina                          dijadikan suplemen kesehatan. Ia disebut-sebut sebagai                          makanan abad 21. Paling tidak 12 penghargaan dari                          badan-badan pangan dan kesehatan dunia disematkan kepada                          yang namanya spirulina. Pantas saja berjuta-juta pil                          spirulina telah diproduksi untuk membantu masyarakat                          yang malnutrisi dan untuk mengatasi berbagai penyakit.                          (<strong>Hermansyah</strong>)</span></p>
<table border="0" cellspacing="2" cellpadding="2">
<tbody>
<tr>
<td>Protein spirulina dibandingkan komoditas                              lain</td>
</tr>
<tr>
<td>Nutrisi</td>
<td>Kandungan (%DV)</td>
</tr>
<tr>
<td>Vitamin A</td>
<td>460</td>
</tr>
<tr>
<td>Betakaroten</td>
<td>460</td>
</tr>
<tr>
<td>Vitamin B-12</td>
<td>330</td>
</tr>
<tr>
<td>Vitamin D</td>
<td>300</td>
</tr>
<tr>
<td>Zat besi</td>
<td>80</td>
</tr>
<tr>
<td>Selenium</td>
<td>14</td>
</tr>
<tr>
<td>Magnesium</td>
<td>10</td>
</tr>
<tr>
<td>Seng</td>
<td>2</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table border="0" cellspacing="2" cellpadding="2">
<tbody>
<tr>
<td>
<div>Nutrisi spirulina dalam                                persentase<br />
angka kecukupan konsumsi per 10                                g</div>
</td>
</tr>
<tr>
<td>Makanan</td>
<td>Kandungan protein (%)</td>
</tr>
<tr>
<td>Spirulina</td>
<td>60-70</td>
</tr>
<tr>
<td>Kacang kedelai</td>
<td>30-35</td>
</tr>
<tr>
<td>Daging lembu</td>
<td>18-22</td>
</tr>
<tr>
<td>Ikan</td>
<td>16-20</td>
</tr>
<tr>
<td>Telur</td>
<td>12-16</td>
</tr>
<tr>
<td>Tahu</td>
<td>8</td>
</tr>
<tr>
<td>Susu</td>
<td>3</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><span style="font-size:x-small;">Sumber: Sureco muhibah                          network, <a href="http://www.spirulina.com/" target="_blank">http://www.spirulina.com/</a>, dan telah                          diolah dari berbagai sumber.</span></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ayumedhy.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ayumedhy.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ayumedhy.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ayumedhy.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ayumedhy.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ayumedhy.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ayumedhy.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ayumedhy.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ayumedhy.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ayumedhy.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ayumedhy.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ayumedhy.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ayumedhy.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ayumedhy.wordpress.com/18/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ayumedhy.wordpress.com&amp;blog=5740455&amp;post=18&amp;subd=ayumedhy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ayumedhy.wordpress.com/2008/12/16/camilan-kaya-gizi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/28164a4daa83143c217b7b5041fb4b1a?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">ayumedhy</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Konsumsi Makanan Bergizi Kurangi Risiko Kanker Payudara</title>
		<link>http://ayumedhy.wordpress.com/2008/12/04/konsumsi-makanan-bergizi-kurangi-risiko-kanker-payudara/</link>
		<comments>http://ayumedhy.wordpress.com/2008/12/04/konsumsi-makanan-bergizi-kurangi-risiko-kanker-payudara/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Dec 2008 13:48:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ayumedhy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Makanan Bergizi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ayumedhy.wordpress.com/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[  MENGONSUMSI daging dan susu berpotensi mengurangi risiko terkena kanker payudara. Makanan apalagi yang bisa mencegah penyakit? Banyak mengonsumsi makan berserat, buah-buahan, dan sayuran ternyata juga berpotensi memperkecil risiko kanker ovarium. Pada beberapa studi ditemukan bahwa perempuan yang banyak mengonsumsi daging merah atau daging olahan berpotensi memicu terjadinya kanker payudara dibandingkan perempuan yang tak mengonsumsi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ayumedhy.wordpress.com&amp;blog=5740455&amp;post=3&amp;subd=ayumedhy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p> </p>
<h4><span style="font-family:Verdana, sans-serif;"><span style="font-size:x-small;"><strong><span>MENGONSUMSI</span></strong><span> daging dan susu berpotensi mengurangi risiko terkena kanker payudara. Makanan apalagi yang bisa mencegah penyakit?</p>
<p>Banyak mengonsumsi makan berserat, buah-buahan, dan sayuran ternyata juga berpotensi memperkecil risiko kanker ovarium. Pada beberapa studi ditemukan bahwa perempuan yang banyak mengonsumsi daging merah atau daging olahan berpotensi memicu terjadinya kanker payudara dibandingkan perempuan yang tak mengonsumsi daging. Meskipun, pada beberapa penelitian tak menunjukkan daging merah berpotensi menimbulkan kanker payudara.</p>
<p>Hal serupa terjadi pada penelitian terhadap konsumsi lemak jenuh, banyak ditemukan pada produk daging yang berpotensi meningkatkan kanker payudara. Meski demikian, Dr Valeria Edefonti dari Universitas Milan mengatakan, risiko kanker yang disebabkan satu jenis makanan dan beberapa jenis makanan bisa diminimalisasi dengan diet secara teratur.</p>
<p>Diet bisa dilakukan dengan mengombinasikan asupan makanan yang bervariasi dan bergizi. Hal itu dibuktikan Edefonti dengan melakukan penelitian terhadap 3.600 perempuan yang mengalami kanker payudara atau ovarium.</p>
<p>Untuk perbandingan, dalam penelitian ini juga melibatkan sekitar 3.413 perempuan sehat yang usianya sama. Para responden melakukan program khusus dengan mengonsumsi makanan yang dibagi dalam empat jenis produk. Pertama daging olahan, baik yang mengandung banyak serat, lemak jenuh, zat zinc, maupun kalsium.</p>
<p>Kedua makanan kaya vitamin dan serat, khususnya kaya vitamin C, betakaroten, dan zat lain yang banyak terkandung dalam buah dan sayuran. Ketiga mengonsumsi lemak tidak jenuh, yang banyak terdapat dalam sayuran, minyak ikan, juga vitamin E.</p>
<p>Keempat, beras yang kaya akan karbohidrat sederhana, protein tumbuhan, dan sodium. Hasilnya, secara keseluruhan perempuan yang banyak mengonsumsi makanan kaya vitamin dan serat, potensi terkena kanker ovarium menurun sampai 23 persen. Itu lebih tinggi dibandingkan perempuan yang tidak mengonsumsi vitamin dan serat.</p>
<p>Hal serupa pun ditemukan pada perempuan yang mengonsumsi daging, didapatkan mengurangi risiko kanker payudara. Sementara itu, perempuan yang menjalani pola makan berbagai makanan yang mengandung lemak tak jenuh mampu mengurangi risiko kanker payudara.</p>
<p>Lalu, mengonsumsi beras kaya karbohidrat mengurangi risiko kanker payudara dan ovarium. Namun, penelitian ini masih belum bisa menjelaskan secara detail hubungan antara pola makan terhadap satu jenis makanan dengan berkurangnya risiko kanker. Sebab, belum dipastikan apakah makanan tertentu punya efek langsung terhadap munculnya risiko kanker.</p>
<p>Meski demikian, para pakar kesehatan secara umum menyarankan agar mengurangi konsumsi berbagai jenis daging merah dan lemak jenuh. Sebaliknya, perbanyak makan buah-buahan, sayuran, dan berbagai makanan yang mengandung lemak tak jenuh, seperti ikan, kacang-kacangan, minyak zaitun.</span></span></span></h4>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ayumedhy.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ayumedhy.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ayumedhy.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ayumedhy.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ayumedhy.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ayumedhy.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ayumedhy.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ayumedhy.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ayumedhy.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ayumedhy.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ayumedhy.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ayumedhy.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ayumedhy.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ayumedhy.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ayumedhy.wordpress.com&amp;blog=5740455&amp;post=3&amp;subd=ayumedhy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ayumedhy.wordpress.com/2008/12/04/konsumsi-makanan-bergizi-kurangi-risiko-kanker-payudara/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/28164a4daa83143c217b7b5041fb4b1a?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">ayumedhy</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hello world!</title>
		<link>http://ayumedhy.wordpress.com/2008/12/04/hello-world/</link>
		<comments>http://ayumedhy.wordpress.com/2008/12/04/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Dec 2008 12:35:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ayumedhy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ayumedhy.wordpress.com&amp;blog=5740455&amp;post=1&amp;subd=ayumedhy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Welcome to <a href="http://wordpress.com/">WordPress.com</a>. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ayumedhy.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ayumedhy.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ayumedhy.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ayumedhy.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ayumedhy.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ayumedhy.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ayumedhy.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ayumedhy.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ayumedhy.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ayumedhy.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ayumedhy.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ayumedhy.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ayumedhy.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ayumedhy.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ayumedhy.wordpress.com&amp;blog=5740455&amp;post=1&amp;subd=ayumedhy&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ayumedhy.wordpress.com/2008/12/04/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/28164a4daa83143c217b7b5041fb4b1a?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">ayumedhy</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
